Saatmemilih rumah sakit, mama perlu memahami dan menyesuaikan dengan kebutuhan juga, ya. Tribunjabar.id, rumah sakit adalah lembaga pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan dan gawat darurat yang pelayanannya disediakan oleh dokter, perawat dan tenaga ahli kesehatan.
Dimana dokter dan rumah sakit yang bisa menangani? Selain di Jakarta apakah dokter dan rumah sakit tersebut juga ada di Pekanbaru di mana orangtua saya berdomisili. Terimakasih banyak atas infonya. maka pemeriksaan cerebral DSA memiliki tingkat risiko tindakan yang amat amat sangat rendah, sehingga tidak perlu cemas, bahkan tidak perlu
Segerahubungi rumah sakit jika Anda melihat gejala-gejala di atas. Latar belakang terjadinya stroke Otak dapat berfungsi dengan baik jika pasokan oksigen dan nutrisi yang disediakan darah mengalir dengan baik. Jika pasokan darah terhambat, maka otak akan rusak, bahkan seseorang yang terkena stroke bisa meninggal. Stroke menurut jenisnya
Tersebarnyalayanan RS Bunda Group di berbagai wilayah di Indonesia memudahkan masyarakat untuk mendapatkan fasilitas kesehatan yang berkualitas. Bundamedik memiliki enam pusat pelayanan kesehatan yang beroperasi di bawah penyelenggara kesehatan bernama Bundamedik Healthcare System (BMHS). Mulai dari rumah sakit umum, rumah sakit ibu dan anak, serta klinik kesehatan hadir untuk melengkapi
DokterDokter Recomended (versi member UmmisCorner) Tempat praktik: RSIA Aulia, Jagakarsa dan RS. Pertamina Jaya, Cempaka Putih. Keterangan : sangat informatif dan berusaha mencerdaskan pasien (kecuali kalau sudah cukup malam dan pasien masih byk yg antri), tegas, meresepkan obat2an/vitamin herbal, cukup prosedural medis (mengusahakan
Citytowers terletak di Sheffield, 4,2 km dari FlyDSA Arena, 500 meter dari The Chimney House, dan 1,2 km dari Crucible Theatre.
Faktorrisiko ini yang mesti dihindari. Untuk diketahui, Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru secara resmi membuka Stroke Center, layanan terpadu khusus untuk pasien penderita stroke. Stroke Center yang resmi beroperasi sejak dibuka Sabtu (11/8/2019) ini, diharapkan bisa melayani penderita stroke secara cepat, tepat dan komprehensif.
DariJ lahir kita emang sudah special request sama rumah sakit untuk bisa di tanganin dengan DSA nya Dokter Ruth ini (suggest dari a friend of mine yang juga sudah langganan dokter ini). Kebetulan emang rejekinya J pas lahiran yang available jaga malam emang dr. Ruth ini (YEAY!) dan emang jalannya Tuhan ya, ketika proses lahiran ada masalah dr
Hibunda2, hanya sekedar membagi pengalaman pahit yg baru 2 hari ini sy rasakan ?. Pengalaman saya, menanti buah hati yg lumayan lama yaitu
Pertamakali Tukul Arwana diketahui sakit setelah dirinya pingsan pada 22 November 2021. Tukul Arwana kemudian dibawa ke Rumah Sakit Pusat Otak Nasional, Cawang, Jakarta Timur. Dokter kemudian
Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth mengingatkan kepada Gubernur Anies Baswedan bahwasanya penjenamaan 31 RSUD menjadi rumah sehat belum mendesak. Hal ini mengingat selama ini masih banyak persoalan yang lebih penting di Jakarta yang belum bisa tertangani. "Kemarin nama jalan diubah, sekarang rumah sakit menjadi rumah sehat.
Awalnyamungkin ada istilah DSA (Digital Subtraction Angiography) prosedur diagnostic agar lebih tau penyakitnya seperti apa dan bukan sebagai obat." kata dr. Baarid Luqman. Pemeriksaan menggunakan fluoroskopi ini bisa dilakukan di rumah sakit yang memiliki fasilitas tersebut, seperti RS JIH Solo. BUGAR. Kenali Penyakit Akibat Disfungsi
DSAbramtama Masya Allah baik banget, mau jawabin pertanyaan dengan ramah walaupun pertanyaannya banyak dijelasin sedetail detailnya ga pelit ngomong, bahkan masih mau bilang "ada lagi yang mau ditanyain? Pelayanan unggulan di RSU Bunda Aliyah yang sangat sesuai dengan visi rumah sakit yakni pusat rujukan kesehatan ibu dan anak tersebut
DSAdengan metode Terawan disebut-sebut sudah dipraktikkan di sejumlah rumah sakit di Jerman. Salah satu rumah sakit yang disebut menggunakan metode "Terawan Theory" adalah Augusta Krankenhaus di DĂĽsseldorfer, Jerman. Namun, dalam laman layanan medis di situsweb rumah sakit tersebut, kita tak menemukan informasi apa pun terkait "Terawan Theory
DSAdi Indonesia. Teknik DSA sebenamya ierlebih dahulu dimanfaatkan dalam cardiologi. dan baru belakangan ini berkembang menjadi salah satu teknik neurointervensi. Tidak ban yak rumah sakit yang memiliki tenaga ahli di bidang neurointervensi, walaupun mempunyai alatnya. Eka Hospital merupakan salah satu dari sedikit rumah sakit yang memiliki alat sekaligus tenaga ahli di bidang neurointervensi, yaitu neuro vascular surgeon dan endo vascular surgeon, yang bahu-membahu menangani tindakan
GcLvW. - Kepala Anung Anindito tiba-tiba puyeng saat berolahraga. Ia terjatuh dan nyaris tak sadarkan diri. Rupanya ia terserang vertigo. Ia langsung diberi pertolongan pertama dan obat. Peristiwa itu terjadi pada 2010. Saat itu, ia menemani Susilo Bambang Yudhoyono yang berkunjung ke Bali. Anung adalah fotografer keluarga SBY. Sepulang dari Bali, Anung melakukan tes kesehatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat RSPAD Gatot Soebroto. Hasilnya cukup aneh. Tidak ada masalah apa pun pada tubuh Anung. Saat hendak pulang, ia bertemu dengan dokter Terawan Agus Putranto. Ia sudah kenal lama dengan si dokter. Terawan menjabat kepala RSPAD sejak 2015 hingga sekarang. “Kamu sakit apa?” tanya Terawan, dengan bahasa Jawa. Anung menjelaskan kondisinya. Ia merasa kepalanya berat dan sering pusing. Tanpa basa-basi, Terawan menawarkan tes pencitraan resonansi magnetik alias MRI kepada Anung. Tes MRI dapat membantu dokter mengidentifikasi penyakit pasien dengan cara menampilkan gambar struktur dan organ dalam tubuh si pasien. “Gratis,” ujar Terawan, meyakinkan. Tawaran itu langsung disambut oleh Anung. Hari itu juga ia melakukan MRI. Hasilnya, demikian Anung, menunjukkan ada kekurangan suplai darah ke otak. Terawan lantas menawarkan pengobatan lebih lanjut lewat apa yang dia sebut metode 'brainwash' alias 'cuci otak' dengan Digital Subtraction Angiography DSA. Karena sudah kenal baik, Anung menurut dan percaya. Pada hari yang sama, Anung menjalani operasi tersebut. Sebuah selang dimasukkan ke pembuluh darahnya sampai ke belakang leher. Lalu disemprotkan heparin. Nama terakhir adalah obat antikoagulan alias pengencer darah, yang berfungsi mencegah pembentukan gumpalan darah di pembuluh, arteri, atau paru-paru. Heparin juga dipakai sebelum operasi untuk mengurangi risiko penggumpalan setengah jam, brainwash selesai dilakukan. Anung ingat, saat itu Terawan menjelaskan bahwa pengobatan ini adalah pengobatan baru. “Dokter Terawan tidak pernah bilang bisa menyembuhkan stroke. Beliau cuma bilang kalau ini baru,” katanya. Setelah itu, Anung merasa ada perubahan yang baik pada tubuhnya, yang ia bilang "lebih segar dan sehat."Ada banyak testimoni serupa yang merasakan keberhasilan pengobatan itu. Meski demikian, praktik terapi atau pengobatan yang diterapkan dokter Terawan belum memiliki dasar kuat. Idealnya, sebuah penemuan baru dalam bidang medis harus melalui uji klinis sebelum dipraktikkan pada manusia. Alat Diagnosis Menjadi Alat Pengobatan Kritik pedas disampaikan oleh Moh. Hasan Machfoed, profesor neurologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya. Ia mengatakan bahwa metode yang dikenalkan Terawan itu tak masuk akal. Salah satu alasannya, DSA bukanlah alat terapi penyembuhan, tetapi hanya alat untuk diagnosis penyakit. Dalam dunia kedokteran, DSA sudah lazim digunakan. Di bidang neurologi, DSA disebut cerebral angiography, digunakan untuk memeriksa gejala gangguan pembuluh darah otak stroke iskemik. “Kalau misalnya Anda sakit batuk dua bulan, Anda pasti sakit paru-paru. Oleh spesialis paru-paru, Anda dirontgen. Anda divonis menderita TBC tuberkulosis. Terbukti rontgen itu alat diagnosis, kan? Tapi rontgen itu diklaim bisa menyembuhkan Anda,” kata Machfoed kepada Tirto, 6 April lalu, mengilustrasikan bagaimana rontgen sebagai metode diagnosis tapi kemudian diklaim sebagai alat penyembuh. Sebagaimana gambaran itu, Terawan mengklaim bahwa alat DSA—seyogyanya sebagai diagnosis—yang diterapkannya "sudah dimodifikasi", dan digunakan untuk memasukkan heparin—biasanya dipakai untuk obat campuran saat pasien melakukan tes darah di rumah Machfoed berkata bahwa Digital Subtraction Angiography tetaplah alat untuk mengetahui kelainan pembuluh darah. "Hanya diagnosis. Nah, supaya kelihatan arteri di otak, dikasih juga heparin. Heparin itu maksudnya supaya nanti mencegah gumpalan darah." "Jadi heparin itu untuk mencegah, mencegah, dan mencegah pembekuan darah," tegas Yusuf, guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, yang menjadi promotor disertasi Terawan, bahkan mengatakan fungsi brainwash bukan untuk penyembuhan, melainkan hanya meningkatkan aliran darah dalam otak pada stroke kronis, memperbaiki suplai darah ke jaringan tersumbat ke otot Penelitian dr. Terawan Lemah dan Cacat Dalam kesaksiannya di persidangan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran IDI, Prof. Dr. dr. Sudigdo Sastroasmoro, telah menganalisis dua penelitian brainwash. Analisis itu dilakukan dari tiga aspek praktik kedokteran, bukti ilmiah, dan penilaian teknologi kesehatan. Dari analisis itu, Sastroasmoro mempertanyakan praktik kedokteran Terawan Apakah sudah ada Pedoman Nasional Praktik Kedokteran dan Pedoman Praktik Klinik untuk rumah sakit bagi pengobatan stroke. Sementara lewat bukti ilmiah, penelitian Terawan yang diterbitkan Bali Medical Journal dan Indonesian Biomedical Journal tak disunting dengan baik serta ditulis dalam jurnal terakreditasi B, menurut klasifikasi riset teknologi dan pendidikan tinggi. Temuan lain terkait kualitas laporan merujuk kriteria Consolidated Standard of Reporting Trials CONSORT tahun 2015. Riset Terawan dinilai "lemah" dan "cacat" dari validitas studi secara metodologi. Penelitiannya mengabaikan aspek desain penelitian, besaran sampel, cara pengambilan sampel, dan penulisan, terutama Terawan tidak memahami prinsip uji acak terkendali—lemah dalam uji coba obat atau prosedur medis. Selain itu, Sastroasmoro menilai penelitian Terawan bukanlah berbasis studi eksperimen nyata, tetapi pra-eksperimen yang berpotensi bias karena bersandar pada asumsi. Kritik lain disampaikan oleh Prof. Dr. dr. Teguh AS Ranakusuma dalam keterangannya pada sidang Majelis. Menurutnya, penelitian Terawan terkait clinical biomarker tidak dapat digunakan sebagai terapi atau pengobatan kepada pasien stroke. Karena itu, Ranakusuma meminta Terawan untuk mengubah judul disertasinya, yang semula memakai istilah brainwash menjadi intra arterial heparin flushing IAHF.Klaim sang Dokter yang Meragukan Meski belum melawati uji klinis dan penelitian ilmiah yang memadai, pasien yang ditangani oleh Terawan sudah membeludak. Pada 2016, Terawan pernah mengklaim ada 30 ribuan pasien yang sudah ditanganinya. Jumlah ini terus meningkat. Terakhir, ia bahkan mengklaim lebih dari 40 ribu pasien yang ditanganinya lewat metode 'cuci otak' tersebut. Angka ini fantastis. Sampai-sampai pada Agustus 2016, Terawan tercatat dalam Museum Rekor Indonesia MURI untuk pengerjaan DSA terbanyak. Terawan mengaku metodenya itu dikenalkan sejak 2004. Dengan klaim 40 ribu pasien selama 13 tahun, artinya dalam sehari ia melakukan DSA kepada 8 sampai 9 pasien. Ini jika dikerjakan tanpa libur. Seandainya seorang pasien menjalani DSA membutuhkan waktu satu jam, setiap hari Terawan bekerja selama 8 sampai 9 jam khusus untuk DSA. Klaim lain yang meragukan adalah pengakuan paten yang dia sebut "Terawan Theory" dari Jerman. DSA dengan metode Terawan disebut-sebut sudah dipraktikkan di sejumlah rumah sakit di Jerman. Salah satu rumah sakit yang disebut menggunakan metode "Terawan Theory" adalah Augusta Krankenhaus di Düsseldorfer, dalam laman layanan medis di situsweb rumah sakit tersebut, kita tak menemukan informasi apa pun terkait "Terawan Theory". Kami juga sudah menghubungi rumah sakit tersebut. Kami juga minta seorang warga Indonesia, yang tinggal di Jerman, untuk mengeceknya. Kami tidak mendapatkan informasi apa pun bahwa rumah sakit ini menyediakan layanan medis 'cuci otak', brainwash, atau heparin flushing. Bahkan rumah sakit tersebut tak punya departemen berbeda dengan situsweb milik RSPAD Gatot Soebroto, yang mencantumkan DSA sebagai salah satu layanan unggulannya. Dengan menampilkan foto doker Terawan yang memegang alat medis dan muka menghadap kamera, laman ini menulis bahwa layanan medis tersebut "menangani gangguan sirkulasi darah otak pada kasus Cerebro Vaskular Disease CVD, memberikan pelayanan komprehensif dan holistik dengan menggabungkan multi disiplin ilmu kedokteran neurologist, radiologist, cardiologist dan bidang lainnya melalui konsultasi dan evaluasi para ahli di bidang terkait." Nadanya meyakinkan; bahwa jika ada kelainan sirkulasi otak, dokter di layanan tersebut "[...] menggunakan alat Digital Substraction Angiography DSA yang dimodifikasi dengan lntra Arterial Cerebral Flushing." Menurut Moh. Hasan Machfoed, Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia, yang juga hadir dalam pemeriksaan etik terhadap dokter Terawan, apa yang disebut "modifikasi" pada DSA itu "tidak ada manfaatnya"—alias hanya akal-akalan."DSA itu sebagai alat diagnosis, namun oleh Dokter Terawan dijual sebagai pengobatan stroke. Bahkan, yang lebih celakanya lagi, orang menganggap bisa terhindar dari stroke. Rupanya orang dibohongi," ujar berusaha mendapatkan pernyataan dokter Terawan. Pada Kamis pekan lalu, 5 April, saya datang ke RSPAD Gatot Soebroto untuk minta bertemu dengan sang dokter. Namun, upaya konfirmasi ini dihalang-halangi oleh Imam Suhada, provos rumah sakit. Ia mengatakan, "Kami merasa tidak penting untuk menyampaikan klarifikasi apa pun. Pimpinan kami tetap dr. Terawan." Di hari yang sama, sekitar jam 2 siang, rombongan politikus dari Komisi I DPR, yang tak ada sangkut pautnya mengurusi bidang kesehatan, datang ke rumah sakit tersebut. Mereka disambut oleh manajemen rumah sakit. Sesudah pertemuan, Abdul Kharis Almasyhari, Ketua Komisi I dari Fraksi PKS, mengatakan bahwa kedatangan mereka lantaran RSPAD Gatot Soebroto adalah "mitra" Komisi I. “Kalau kepala rumah sakitnya dijatuhi sanksi seperti ini, tentu kami harus memberikan dukungan moral,” kata Kharis. ==========Catatan Kami menambahkan keterangan soal upaya kami mengecek sebuah rumah sakit di Jerman, yang diklaim mengakui dan menerapkan hak paten "Terawan Theory". Kami juga memberi tambahan pada upaya konfirmasi kami kepada Terawan, yang belum direspons hingga artikel ini dirilis. [Redaksi] - Indepth Reporter Mawa KresnaPenulis Mawa KresnaEditor Fahri Salam
Accueil Accessibilité Relations médias Plan du site © 2023 Centre intégré de santé et de services sociaux de l'Outaouais
Bugar Tindakan DSA Bisa Dilakukan untuk Atasi Stroke pada Penderita Hipertensi - Ilustrasi Freepik SOLO — Setiap penderita stroke tentu ingin segera mendapatkan tindakan. Salah satu tindakan untuk mengidentifikasi letak gangguannya adalah dengan Digital Subtraction Angiography DSA. Namun bagaimana jika pasien juga mengalami hipertensi atau penyakit tekanan darah tinggi? Menurut Dokter Spesialis Radiologi Konsultan Radiologi Intervensi Rumah Sakit RS JIH Solo, dr. Luths Maharina, RI., hal itu tidak menjadi masalah. “Tidak ada masalah. DSA merupakan tindakan yang sama seperti yang dilakukan teman sejawat [dokter] jantung, yang mungkin kebanyakan pasiennya darah tinggi, nanti akan dikontrol,” kata dia dalam Health Talk RS JIH Solo yang disiarkan di Youtube JIH Solo belum lama ini. Dijelaskan, sebelum melakukan DSA ada langkah-langkah atau rangkaian pemeriksaan penunjang yang harus ditempuh. Sebab DSA adalah tindakan invasif atau tindakan memasukkan benda ke tubuh. Pemeriksaan penunjang yang dilakukan di antaranya adalah pemeriksaan darah, fungsi ginjal, pemeriksaan MRI untuk melihat pembuluh darahnya dan sebagainya. Ketika pasien memiliki riwayat penyakit darah tinggi, akan dikonsultasikan dengan dokter spesialis jantung. Saat dilakukan tindakan, juga akan mendapat pendampingan dari dokter anestesi, dan setelah tindakan juga akan dipantau kondisi kesehatan pasien. Baca Juga Mengulas Stroke dari Gejala, Penyebab, hingga Pencegahannya Menurut dr. Luths, memang ada beberapa risiko yang muncul pada penanganan DSA. Namun risiko tersebut telah diminimalkan dengan kemajuan teknologi yang ada saat ini. Risiko pertama adalah adanya kemungkinan nyeri meskipun sudah dikurangi. “Sebab kita hanya melakukan sayatan sekitar 0,5 cm di lipat paha untuk memasukkan selang kateter. Kadang ketika obat bius habis setelah tindakan, biasanya aka nada rasa nyeri, tapi tidak terlalu. Setelah Tindakan biasanya pasien juga akan diberi obat anti nyeri agar tetap nyaman,” jelas dia. Risiko kedua adalah adanya kemungkinan perdarahan, sebab tindakan tersebut dilakukan di pembuluh darah. Namun risiko tersebut juga telah dikurangi dengan pemakaian alat yang khusus, yang tidak gampang merusak pembuluh darah. “Namun setiap risiko itu tetap harus diberitahukan ke pasien, agar tidak kaget,” kata dia. Ketiga adalah kemungkinan pergeseran pembuluh darah, karena tindakan dilakukan dengan memasukkan benda asing ke pembuluh darah. Baca Juga Waspada, Ini Gejala Pasien Gagal Ginjal Akut Menurut Dokter Ahli Untuk melakukan tindakan DSA ada dua syarat yang harus diperhatikan dan harus terpenuhi. Syarat pertama adalah tentang ketersediaan alatnya dan kedua soal ketersediaan SDM. Sejauh ini kedua syarat tersebut telah tersedia di RS JIH Solo. Bagi masyarakat yang ingin berkonsultasi atau mengakses layanan, bisa langsung ke Rumah Sakit JIH Solo di Jl. Adisucipto No. 118, Jajar, Kecamatan Laweyan, Solo. Didukung oleh dokter, perawat, paramedis, dan staf yang profesional dan ramah dalam melayani pasien, JIH juga memiliki peralatan medis modern dan terbaru. RS JIH Solo juga bisa dihubungi lewat email infosolo nomor telepon 0271 746 9100, Gawat Darurat 1-500-805, Whatsapp +62811500805, Website Instagram Tiktok rsjihsolo, Facebook rsJIHSolo, Youtube RS JIH Solo, serta Twitter rsJIHSolo. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari di Grup Telegram " Berita Terkini". Klik link kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel. - Panduan Informasi dan Inspirasi Berita Terkini Muncul Flek Hitam pada Wajah, Kenali Penyebabnya Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Rumah Sakit RS JIH Solo, dr. Ayu Astrini, FINSDV,FAADV, menyampaikan noda hitam atau flek hitam pada kulit wajah bisa muncul akibat beberapa faktor. Cegah Penuaan Dini, Ini Saran Dokter Ahli Mengalami penuaan dini tentu tidak ingin dialami oleh sebagian besar orang. Lalu apa yang bisa dilakukan untuk mencegah penuaan dini, terutama dalam menjaga kulit tetap sehat? Setiap penderita stroke tentu ingin segera mendapatkan tindakan. Salah satu tindakan untuk mengidentifikasi letak gangguannya adalah dengan Digital Subtraction Angiography DSA. Copyright © 2007-2023, Solopos Digital Media - Panduan Informasi & Inspirasi. All rights reserved.
Beberapa tahun belakangan ini semakin banyak ditemukan penyakit yang berkaitan dengan pembuluh darah otak, atau yang dikenal dengan istilah Cerebrovascular Disease CVD. Pasien dengan CVD dapat mengalami kondisi yang beragam, mulai dari pusing dan sakit kepala menahun, rasa kebas pada bagian tubuh, kelemahan lengan dan tungkai, gangguan keseimbangan, bahkan penyumbatan aliran darah hingga pendarahan dapat mengevaluasi secara langsung kondisi pembuluh darah otakSeiring kemajuan teknologi kedokteran dan perkembangan ilmu penyakit saraf neurologi kini kondisi di dalam pembuluh darah otak sudah dapat dievaluasi secara langsung menggunakan Digital Subtraction Angiography DSA. DSA adalah prosedur kedokteran yang mampu memvisualisasikan aliran di dalam pembuluh darah, khususnya pada bagian kepala dan leher. Modalitas DSA merupakan prosedur endovascular yang menjadi gold standar untuk semua tindakan pembuluh darah otak. DSA biasanya dilakukan sebagai kelanjutan dari data pencitraan lain, seperti CT-Scan atau dilakukan di ruangan khusus yg disebut cath lab. Prosedurnya sendiri menggunakan selang halus kateter yang dimasukkan melalui pembuluh darah di lipat paha. Tindakan DSA umumnya memakan waktu 30-40 menit dan hanya membutuhkan pembiusan lokal, sehingga pasien sadar selama prosedur dilakukan. Tidak ada syarat khusus untuk bisa menjalani prosedur ini, hanya pasien akan diambil sampel darah untuk pemeriksaan laboratorium dan dianjurkan puasa 4 jam sebelumnya. Enam jam pasca tindakan umumnya pasien sudah boleh beraktivitas seperti dapat diandalkan untuk menangani kasus strokeKasus yang dilakukan tindakan DSA antara lain adalah stroke iskemik/penyumbatan, dimana terjadi hambatan aliran darah akibat adanya penyempitan pembuluh darah yang menuju otak arterial stenosis. DSA juga bermanfaat pada kasus perdarahan otak, atau dikenal dengan sebutan stroke hemoragik. Perdarahan otak yang terjadi secara spontan, tanpa didahului benturan kepala, biasanya dipicu oleh hipertensi yang tidak terkontrol atau ada bagian pembuluh darah yang rapuh. Pembuluh darah yang rapuh ini dapat berupa suatu arteriovena malformation AVM atau dapat menemukan kelainan pembuluh darah dengan aliran yang terlampau tinggiPasien dengan keluhan pusing dan sakit kepala menahun seringkali tidak ditemukan kelainan pada pemeriksaan CT-scan dan MRI. Gejala ini bisa jadi akibat adanya bagian pembuluh darah dengan aliran yang terlampau tinggi, atau secara medis dinamakan AV Fistula. Kelainan fistula pembuluh darah ini hanya dapat dideteksi melalui beberapa kasus mungkin diperlukan prosedur lanjutan. Misalnya pada kasus penyempitan pembuluh darah yang berat, bisa dilakukan pelebaran menggunakan balon kateter balloon angioplasty dan pemasangan cincin stent. Sedangkan pada kondisi pembuluh darah yang rapuh, seperti pada AVM dan aneurysma, bisa dilakukan embolisasi dan coiling guna memperkuat pembuluh darah serta mencegah perdarahan ulang. Pada pasien yang menderita sakit kepala menahun akibat AV Fistula bisa dilakukan tindakan endovascular untuk menutup aliran pada Dr. Trunojoyo Soeranggayoedha, SpSDokter Spesialis Saraf RS Awal Bros Pekanbaru Bagikan ke
rumah sakit yang bisa dsa